Produksi mie yang tidak maksimal sering terjadi karena adanya berbagai hambatan dalam proses pembuatan. Penyebab adonan mie mudah putus menjadi salah satu kendala yang dapat memengaruhi kualitas hasil mie yang dihasilkan.
Beberapa faktor seperti komposisi bahan, proses pengolahan, hingga kondisi adonan dapat memengaruhi kelancaran pembuatan mie. Kondisi tersebut membuat usaha perlu memahami penyebab yang membuat adonan tidak memiliki tekstur kuat dan mudah mengalami kerusakan.
Komposisi Bahan Tidak Tepat
Penggunaan bahan dengan komposisi yang kurang sesuai dapat membuat adonan mie memiliki tekstur yang lemah. Perbandingan tepung, cairan, dan bahan tambahan perlu diperhatikan agar adonan dapat menyatu dengan baik.
Jika komposisi tidak seimbang, adonan dapat menjadi terlalu rapuh atau sulit dibentuk. Kondisi tersebut membuat mie lebih mudah putus ketika melalui proses pencetakan maupun pengolahan berikutnya.