Tata cara pemberian pakan ayam petelur adalah salah satu kunci keberhasilan budidaya. Hal ini karena pakan sangat erat kaitannya dengan untung rugi usaha, mengingat pakan ayam petelur tidak murah.

Ayam layer atau ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang sengaja dipelihara untuk diambil telur. Ayam ini bisa dipelihara dikandang kloni atau dikandang batrei. Tapi lebih disarankan menggunakan kandang batrei. baca : Cara membuat kandang batrei ayam petelur.

Kalau pemberian pakan tidak pas bisa jadi rugi. Kalau pakan terlalu banyak boros dan kalau sedikit ayam tidak produktif. Belum lagi harus memberi pakan ayam sesuai kebutuhan tingkatan umur. Untuk itu kami mencoba memberi info sedikit mengenai hal itu.

Seperti yang sudah diketahui pakan Ayam dibedakan berdasarkan umur, yaitu periode starter, grower, layer.

1. Periode stater adalah ayam umur 0 – 4 minggu  (anak ayam)
2. Periode grower adalah ayam umur 4 – 16 minggu (masa pertumbuhan)
3. Periode layer adalah ayam umur 16 minggu – sampai akhir (masa produksi telur)

Info dibawah ini adalah pakan ayam untuk periode layer

Pakan ayam boleh menggunakan yang sudah jadi, tinggal beli saja banyak dijual di toko peternakan sudah dikemas atau bisa juga meracik sendiri asal sesuai kandungan gizi.

Kalau ingin membuat sendiri ini ada patokan kandungan gizi yang harus dipenuhi menurut SNI sebagai berikut :

Persyaratan Mutu Pakan

Cara meracik sendiri pakan ayam petelur

Mengacu pada tabel diatas dapat meracik sendiri pakan ayam layer petelur. Untuk lebih jelas dibawah ini contoh yang dapat diikuti atau boleh juga membuat dengan komposisi lain

Siapkan 8 bahan pakan untuk meracik pakan layer ayam petelur yaitu jagung, dedak padi, bungkil kedelai, kapur/lime stone granular, DCP (dicalcium phospat), garam, vitamin premix & mineral premik.

Lebih jelasnya seperti ini :

Jagung50 %
Dedak Padi10 %
Bungkil Kedelai28 %
Kapur/LSG9%
DCP2.5 %
Garam0.3 %
vitamin premix0.1 %
mineral premix0.1 %
Total100 %

Catatan : Vitamin premix & mineral premix dosis bisa disesuaikan dengan rekomendasi dalam kemasan.

Contoh diatas juga bisa diganti dengan bahan baku lain tergantung ketersediaan di tempat masing masing. Bahan pengganti atau tambahan kira kira seperti dibawah ini

CPO1 %dapat menggantikan 2% Jagung atau 3% Dedak Padi
Bungkil Kelapa1 %dapat menggantikan 0.5% Bungkil kedelai
CGM1 %dapat menggantikan 1.25% bungkil kedelai
tepung ikan1 %dapat menggantikan 1% Bungkil kedelai
MBM1 %dapat menggantikan 1% Bungkil kedelai
Pollard1 %dapat menggantikan 0.75% Dedak Padi atau 0.5% jagung
RSM1 %dapat menggantikan 0.75% Bungkil kedelai
PKM (inti sawit)1%dapat menggantikan 0.25% Bungkil kedelai

Itulah tadi contoh racikkan  pakan ayam petelur

 

Waktu pemberian pakan ayam petelur

Pemberian pakan ayam petelur dapat diberikan 2 kali sehari pada pagi hari dan sore.

Kebutuhan pakan dalam 1 hari untuk 1 ekor ayam adalah 100 gram

Pembagian dan waktu pemberian pakan ayam petelur
1. Jam 7.00  ( pagi) diberikan 30 % sampai 40 %
2. Jam 15.00 (sore) diberikan 60 % sampai 70 %

Pemberian pakan lebih banyak sore hari karena keinginan makan ayam lebih besar pada jam tersebut. Usahakan juga pemberian pakan tepat waktu agar menghindari ayam stres.

Sebenarnya masih banyak yang perlu diperhatikan dalam hal pakan ayam petelur tapi pada umumnya kira kira demikian. Untuk skala budidaya pemula kami rasa sudah cukup. Yang sering jadi masalah peternak ayam petelur adalah pada saat ayam kena penyakit. Kalau tidak cepat diatasi akan berakibat fatal. Ingin tahu baca penyakit ayam petelur serta cara mengatasinya.

Demikian kali ini semoga dapat membantu, salam.

This Post Has One Comment

  1. Terima kasih banyak Om sangat membantu nih

Tinggalkan Balasan

Close Menu