Home » Budidaya » Ikan » Resiko Budidaya Ikan Mas Yang Harus Diantisipasi

Resiko Budidaya Ikan Mas Yang Harus Diantisipasi

Resiko budidaya ikan mas harus cepat diantisipasi sebelum terjadi. Usaha budidaya ikan mas memang mempunyai prospek bagus. Ikan konsumsi air tawar ini mempunyai bentuk badan pipih ke samping dan mempunyai daging lunak. Dagingnya enak dan lezat banyak disukai oleh seluruh lapisan, maka dari itu selalu banyak permintaan di pasar.

Banyaknya permintaan pasar membuat orang tergiur untuk membudidayakan dengan skala besar. Tapi perlu diingat budidaya ikan mas bukan tanpa resiko, banyak resiko yang perlu diketahui agar usaha tidak gagal.

Usaha budidaya ikan mas ada 2 prospek bagus yang bisa dikembangkan sebagai pilihan usaha
• Pertama prospek usaha pengadaan benih
• Kedua prospek usaha budidaya pembesaran

Kedua usaha budidaya ikan mas tersebut mempunyai resiko, sebelum terjadi harus sudah bisa mengantisipasi dan mengatasinya.

Untuk usaha budidaya ikan mas pembesaran dipelihara dalam tambak atau kolam di sawah dan ada juga pembesaran ikan mas menggunakan jaring apung di danau atau di sungai. Tapi semuanya tetap mempunyai resiko dan resiko-nya hampir sama di berbagai lokasi.

Resiko Budidaya Ikan Mas Secara Umum

1. Resiko Budidaya Ikan Mas Mati Massal

Ikan Mati Massal

Resiko budidaya ikan mas yang fatal selama ini terjadi di jaring apung adalah mati massal. Kematian massal bisa terjadi disebabkan oleh kotoran menumpuk di dasar jaring atau tambak. Pada proses pembusukan kotoran, lapisan dasar menjadi kekurangan oksigen dan banyak mengandung bahan-bahan toksik, terutama gas amoniak dan metan.

Penumpukan kotoran bisa juga terjadi oleh pemberian pakan sangat tinggi atau berlebihan. Pakan yang berlebihan akan tersisa menumpuk di dasar kolam.

Pada kondisi tertentu lapisan dasar waduk atau danau teraduk dan muncul ke permukaan merusak kualitas air yang tidak dapat ditahan oleh kekebalan tubuh ikan mas.

Untuk mengatasi resiko ini perlu kerja sama mengantisipasi dengan petani lain mengenai kesepakatan tata cara pengolahan lahan. Perlu juga melibatkan instansi terkait dalam mengeluarkan ijin dan pengaturan tata cara memanfaatkan lokasi lingkungan setempat.

Dengan demikian resiko ikan mas mati secara massal dapat dikurangi walau tidak dapat menghilangkan sama sekali.

2. Resiko Kematian Ikan Akibat Penanganan Benih

Resiko kematian ikan mas selanjutnya sering ditemui adalah akibat dari penanganan benih kurang baik. Akibat dari penanganan kurang baik membuat benih menjadi stres dan mati. Resiko ini sering dijumpai pada peternak pemula.

Penanganan benih yang utama adalah memperhatikan cara pemberian pakan dan menjaga kualitas air agar benih tidak stres. Lebih lengkap bisa dibaca pada artikel lain sebagai berikut

baca: Cara Pemeliharaan Bibit Ikan Mas

3. Resiko Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit ikan mas selalu menjadi momok bagi peternak ikan. Banyak sekali jenis hama dan penyakit ikan mas yang sering menyerang. Jika sudah terserang hama dan penyakit yang terpenting cepat diatasi jangan sampai terlambat mengetahuinya.

Ada juga hama berupa wabah yang sulit diatasi. Wabah biasanya menyerang peternakan ikan secara massal yang sulit untuk diobati.

Selain kita harus cepat mengenali gejala hama dan penyakit agar cepat diobati, ada hal penting lain yang perlu diperhatikan yaitu pencegahan. Pencegahan dari serangan penyakit tentu harus secara keseluruhan yaitu mempersiapkan segala hal sebelum mulai budidaya ikan mas.

baca juga: Hama dan Penyakit Ikan Mas beserta Cara Pengendaliannya

4. Resiko Benih Tidak Berkualitas

Benih ikan mas yang tidak berkualitas baik akan berpengaruh pada pertumbuhan pada saat pembesaran. Selain itu jika benih tidak baik akan menyulitkan dalam pemberian pakan, pakan bisa menjadi lebih boros.

Untuk mengantisipasi resiko ini perlu memastikan benih yang baik dan memastikan memenuhi standarisasi benih.

5. Waspadai Fluktuasi Harga Jual Ikan Mas

Resiko budidaya ikan mas perlu menjadi perhatian juga yaitu dari segi ekonomi fluktuasi harga. Pengaruhnya adalah perbandingan antara harga pakan dan harga jual ikan.

Pada saat ekonomi tidak stabil atau penurunan nilai tukar rupiah seperti sekarang ini menghadapi Virus Corona COVID-19, seringkali diikuti dengan peningkatan harga pakan tetapi ketika nilai tukar kembali normal harga pakan sulit untuk kembali turun.

Keadaan ini bisa menurunkan keuntungan usaha bahkan bisa menimbulkan kerugian. Gangguan ekonomi ini juga bisa dari berbagai masalah, gangguan-gangguan ini juga harus sudah diantisipasi sebelumnya.

Demikian beberapa resiko budidaya ikan mas yang perlu diketahui.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *