4 Jenis penyakit kerbau dan pengobatannya dibawah ini penting diketahui oleh peternak. Usaha ternak kerbau yang baik harus bisa memberi pertolongan pertama pada kerbau sakit. Pertolongan pertama berguna agar sakit kerbau tidak tambah kritis atau menyebabkan kematian.

Usaha ternak kerbau yang baik banyak hal yang harus disiapkan mulai dari menyiapkan kandang, cara pemilihan bibit kerbau yang tepat, pemberian pakan yang seimbang dan penanganan pasca panen bahkan mempelajari pemasaran penjualan hasil panen. Lebih lengkap mengenai ternak kerbau lihat di artikel kami yang lain disini

baca: Cara Ternak Kerbau Yang Baik Agar Cepat Gemuk dan Untung

Pada artikel ini fokus pada penyakit kerbau dan pencegahan. Penyakit kerbau banyak jenisnya, bisa diobati sendiri, jika tidak bisa di bawah ke balai pengobatan hewan. Hal yang lebih penting lagi adalah mengetahui tanda-tanda penyakit kerbau masing-masing peternak. Jangan sampai kerbau sudah sakit, peternak tidak mengetahui.

Penyakit Kerbau

Mudah-mudahan beberapa penyakit kerbau dibawah ini dapat menambah ilmu peternak sekalian.

Jenis Penyakit Kerbau dan Pengobatannya

1. Penyakit Anthrax
2. Penyakit Mulut dan Kuku
3. Penyakit Surra
4. Penyakit Cacing Hati

penjelasannya:

Penyakit Limpa (Anthrax) pada Kerbau

Penyakit Anthrax atau radang limpa kerbau disebabkan oleh kuman bacillus anthracis. Penyakit anthrax ini sudah lama di kenali di Indonesia.

Tanda-tanda kerbau kena penyakit anthrax adalah sebagai berikut:
• Suhu badan kerbau meningkat antara 40oC-42oC (demam)
• Limpa membesar atau bengkak dan rapuh
• Kerbau sulit bernafas
• Terjadi pendarahan pada mulut, lubang hidung, telinga, dan anus
• Kerbau mati mendadak

Cara pengobatan penyakit anthrax pada kerbau yaitu menggunakan anti serum anthrax dengan dosis 100-200 cc secara sucutan serta diberi antibiotik berupa penisilin terramisin dan silfat thiazole.

Cara pencegahan kerbau dari penyakit anthrax hal yang dapat dilakukan sebagai berikut:
• Kerbau yang sehat harus di vaksin anthrax strain dengan dosis 1cc secara subcutan
• Jangan menjual atau menyembelih kerbau yang sakit dan bahkan jangan memakan daging atau susu ternak yang sakit karena dapat menular.
• Ternak kerbau sakit harus di asingkan atau di karantina
• Kerbau yang mati harus di bakar dan di kubur dengan dalam 2 m sampai 3 m
• Pada lokasi berpenyakit anthrax jangan ada hewan lewat disana, lokasi baru boleh dibuka kembali setelah 14 hari atau lebih terhitung dari kerbau terakhir sembuh
• Kandang dan bekas peralatan ternak kerbau sakit harus musnahkan tidak digunakan lagi

baca juga: Penyakit Sapi dan obatnya

Penyakit Mulut dan Kuku Pada Kerbau

Penyakit mulut dan kuku kerbau disebabkan oleh virus aphtae epizootica (AE).

Tanda-tanda penyakit mulut dan kuku kerbau adalah sebagai berikut:
• Kerbau demam dan nafsu makan berkurang
• Dari mulut kerbau keluar air liur terus menerus, lempuh-lempuh dan keropeng pada mulut, lidah dan puting susu
• Jalan kerbau pincang karena terjadi luka pada kaki
• Kerbau sering berbaring, lesu dan sulit saat mau berdiri
• Produksi daging atau susu kerbau menurun

Pengobatan dan pencegahan penyakit mulut dan kuku kerbau dengan vaksinasi, menjaga kebersihan kandang dan memberi makanan bergizi.

Penyakit mulut dan kuku kerbau bisa menular ternak lain melalui makanan yang tercemar dari air liur atau kotoran ternak lain. Pencegahan agar tidak tertular kerbau sakit harus dipisahkan dengan ternak yang sehat, memindahkan dengan jarak yang jauh.

Penyakit Surra pada Kerbau (Lalat Penghisap Darah)

Penyakit kerbau Surra disebabkan oleh virus protozoa tripanosoma evansi, ditularkan oleh lalat penghisap darah. Penyakit Surra sudah lama diketahui ada sejak tahun 1987.

Gejala penyakit Surra pada kerbau sebagai berikut:
• Bengkan pada bagian leher sampai dada bagian depan, perut bagian bawah sampai pelir atau scrotum
• Demam meningkat tinggi
• Kerbau sering berputar–putar
• Sesak nafas, lemah dan lesu.

Pengobatan dan pencegahan penyakit surra kerbau dapat di lakukan dengan cara pemberantasan lalat penghisap darah. Memisahkan kerbau yang sakit, mencuci kandang dan peralatan ternak, penyemprotan ternak dengan nagonal 3 gr dalam 30 cc aquadest

Penyakit Kerbau Cacing Hati

Penyebab penyakit kerbau cacing hati adalah cacing trematoda fasiciola gigantic. Penularan Cacing Hati pada umumnya melalui rumput dan minuman yang tercemar cacing.

Gejala penyakit Cacing Hati pada kerbau sebagai berikut:
• Kerbau mencret, ternak terlihat kurus, dan lemah anemia
• Produksi turun
• Pertumbuhan anak sangat lambat

Pencegahan penyakit cacing hati pada kerbau dapat dilakukan dengan cara membunuh hewan perantara yaitu siput. Untuk pengobatan penyakit cacing hati kerbau dapat dilakukan dengan cara tradisional yaitu jambu muda digerus, diberikan ke ternak dengan cara dicekokan.

Dapat juga diberi dengan tembakau sebanyak 3 liter dicampur 3 gr terusi, lalu ditambah 2 liter. Selanjutnya diberikan pada ternak sebanyak 30 mm-50 mm dengan cara diminumkan.

Bisa juga dengan cara kimiawi yaitu diberi obat paten Dovenix berbahan aktif introsinil dosis 10 gr/kg berat badan. Suntikan dibawah kulit karbontetra khlorida dosis antara 1-5 ml/ekor atau 50 mg/kg berat badan kerbau.

baca juga: Penyakit Kambing dan cara Pengobatannya

Itulah 4 penyakit kerbau dan cara pengobatannya semoga bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Close Menu