Cara pengendalian hama penyakit semangka merupakan suatu kegiatan mesti dipelajari oleh setiap orang yang ingin menanam atau budidaya tanaman ini. Setelah semangka mulai tumbuh permasalahan hama tanaman mulai muncul. Mulai dari situ kita harus bersiap untuk mengatasi agar tidak meluas ke seluruh area kebun.

Hama Semangka

Semangka merupakan tanaman merambat tidak bisa memanjat. Tapi mempunyai keistimewaan bisa merambat sampai puluhan meter. Ciri tanaman semangka yaitu bentuk daun lebar berlekuk-lekuk di tepi dengan warna hijau pekat.  Sedangkan buah warna hijau pada kulit, warna  merah pada daging dan mengandung banyak air.

Tanaman semangka dengan rasa buah segar sangat mudah untuk ditanam. Menanam semangka bisa pada lahan tanah sawah atau bisa juga menggunakan polybag. Walaupun tanaman ini mudah tumbuh tapi perlu juga syarat tanam agar bisa mendapat hasil berlimpah

baca juga: Cara menanam semangka

Selain memahami syarat tumbuh semangka sebagai mana disebutkan pada link artikel tersebut yang disampaikan secara lengkap, perlu juga pengendalian hama dan penyakit. Halaman ini dibuat terpisah khusus untuk cara pengendalian atau mengatasi hama dan penyakit tanaman semangka berdasarkan jenis.

Pengendalian Hama Penyakit Semangka

Hama Semangka

1. Ulat perusak daun
Ulat perusak daun semangka mempunyai ciri warna hijau mempunyai garis hitam atau garis kuning. Ulat ini penyerang daun.

Gejala semangka terserang oleh ulat ini yaitu daun dimakan sampai lapisan lilin, terlihat seperti ada lubang pada daun.

Cara pengendaliannya yaitu dengan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona.

2. Hama Trips
Hama ini mempunyai ciri-ciri ukuran ramping kecil, mempunyai warna pucat kehitaman, bersungut, badan ada ruas -ruas.

Hama ini sangat mengganggu dengan cara penularan atau mengembara malam hari dan berkembang biak.

Cara pengendalian hama trips yaitu dengan menyemprotkan Natural BVR atau Pestona.

3. Tungau
Hama tungau semangka mempunyai ciri ukuran kecil warna merah agak kuning atau kehijauan.

Semangka yang terserang hama tungau ukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya tanaman terserang terlihat jaring-jaring sarang binatang dibawah permukaan daun. Warna daun menjadi pucat.

Cara pengendalian hama tungau yaitu semprot dengan Natural BVR atau Pestona.

4. Ulat Tanah
Hama ulat tanah mempunyai ciri warna hitam bintik-bintik atau bergaris-garis, panjang tubuh sekitar 2-5 cm.

Gejala tanaman diserang oleh ulat daun, mereka menyerang terutama tunas muda. Ulat dewasa menyerang pangkal tanaman. Mereka aktif merusak dan bergerak pada malam hari.

Cara pengendalian ulat tanah:
– Memulai menanam tanaman semangka secara serempak pada lokasi berdekatan, bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang sekitarnya.
– Semprot dengan Natural Vitura atau Virexi atau Pestona.

5. Lalat Buah
Hama lalat buah semangka mempunyai ciri-ciri sayap transparan warna kuning, bercak-bercak dan memiliki belalai.

Gejala tanaman diserang oleh hama ini ada bekas luka pada kulit buah seperti tusuk-kan, daging buah berubah aroma agak masam dan terlihat memar.

Cara pengendalian lalat buah semangka yaitu dengan membersihkan lingkungan, bersihkan tanah bekas hama dengan cara membalikkan tanah menggunakan alat cangkul. Pasang alat perangkap atau dengan semprotan pestisida.

Itulah tadi beberapa hama yang sering menyerang tanaman semangka baik itu akar daun maupun buah. Sebaiknya jika tanaman sudah mulai ada tanda terkena serangan cepat diatasi segera mungkin.

Penyakit Tanaman Semangka

Penyakit Semangka

1. Busuk Semai
Ini merupakan penyakit semangka pada saat membuat bibit, lebih tepatnya saat semai. Akibat dari penyakit ini busuk saat semai sehingga gagal dalam pembibitan.

Gejala bibit semangka terkena serangan penyakit, terlihat batang bibit warna coklat, rebah selanjutnya mati.

Cara pengendalian penyakit saat semai yaitu dengan pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian pada media.

2. Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium adalah tumbuh jamur. Hal ini disebabkan oleh kondisi lokasi tanam terlalu lembab.

Gejala terkena penyakit layu fusarium semangka yaitu busuk pada tanaman yang tadinya tumbuh subur.

Cara pengendalian penyakit layu fuarium semangka adalah:
– Menggilir masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan
– Menanam semangka pada lokasi baru
– Memberi Natural GLIO sebelum atau saat tanam.

3. Bercak Daun atau Antraknosa
Penyakit bercak daun semangka pada akhirnya mati.

Gejala terkena serangan permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning, setelah itu berubah warna coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus warna abu-abu atau warna ungu.

Cara pengendalian penyakit bercak daun semangka yaitu sama seperti pengendalian penyakit layu fusarium.

4. Karat Daun
Penyakit karat daun semangka disebabkan oleh virus yang terbawa oleh hama tanaman.

Gejala terkena serangan daun semangka melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang.

Cara pengendalian penyakit karat daun semangka sama seperti penyakit layu fusarium.

Dengan catatan, jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum teratasi dapat dipergunakan pestisida kimia.

Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan boleh tambahkan perekat Perata AERO 810 menggunakan dosis +5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.

5. Busuk Buah
Penyebab penyakit busuk buah semangka yaitu jamur atau bakteri patogen. Jamur ini menginfeksi buah menjelang matang dan bakteri mulai aktif setelah buah mulai dipetik.

Cara pengendalian penyakit busuk buah semangka yaitu dengan menghindari dan mencegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan. Memetik buah lakukan pada saat kering waktu siang hari tidak berawan atau tidak hujan.

Itu tadi 5 penyakit umum pada semangka mulai dari penyakit pembibitan, penyakit daun sampai dengan penyakit buah.

Semoga dapat membantu permasalahan Andari dengan cepat baik itu mengenai hama penyakit atau tata cara budidaya semangka secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Close Menu