Cara pengolahan lahan kolam ikan bandeng untuk pembesaran merupakan salah satu bagian penting pada usaha budidaya bandeng. Hal ini perlu dilakukan agar pertumbuhan bandeng lebih cepat dan optimal. Selain itu berguna  juga untuk mempermudah dalam perawatan, ikan tidak mudah terserang penyakit.

Kita semua tau budidaya ikan bandeng tidak terlepas dari hama dan penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan bandeng seperti pembusukan sirip, penyakit vibriosis,  Protozoa, Penyakit oleh cacing renik.

Penyakit tersebut harus cepat pengendaliannya. Jika sudah melakukan persiapan lahan atau pengolahan kolam pembesaran bandeng sebelumnya hama dan penyakit bisa terhindar dari hama atau lebih mudah diatasi.

baca juga: Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Bandeng

Pengolahan lahan kolam pembesaran ikan bandeng setelah ikan bandeng dipelihara pada kolam peneneran selama 8 minggu, setelah itu anak ikan bandeng bisa pindah ke kolam pembesaran. Langkah-langkah pekerjaannya bisa dilihat di bawah ini.

Lahan Ikan Bandeng

 

Cara Pengolahan Lahan Kolam Pembesaran Ikan Bandeng

Persiapan lahan kolam pembesaran dilakukan sebelum memasukkan air ke dalam kolam, kolam masih dalam keadaan kering.

Langkah-langkah Pengolahan Kolam Pembesaran:

1. Mencangkul atau membalikkan tanah

Mencangkul bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya sebelumnya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu tanah menjadi gembur, akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.

2. Pengapuran Lahan Kolam Bandeng

Pengolahan kolam pembesaran ikan bandeng berikutnya yaitu memperhatikan keasaman lahan. Selama budidaya ikan bandeng memerlukan kondisi keasaman stabil yaitu pada pH 7 – 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah dapat dibantu dengan pengapuran.

Pengapuran juga bisa berguna untuk mematikan bakteri dan jamur pembawa penyakit karena mereka sulit dapat hidup pada pH stabil tersebut. Pengapuran dapat dilakukan dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.

3. Pemupukan Lahan Kolam Bandeng

Pemupukan termasuk dalam pengolahan lahan kolam ikan bandeng. Fungsi utama pemupukan lahan kolam ikan bandeng adalah memberi unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami. Juga untuk memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air terutama pada tanah-tanah yang tidak kedap air.

Pemupukan lahan kolam bandeng dapat menggunakan produk TON untuk pemupukan tanah dasar kolam. TON mengandung unsur-unsur mineral penting asam organik dan yang utama memberi bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton.

Dosis pemupukan dengan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.

4. Pengelolaan air

Langkah selanjutnya pengolahan kolam ikan bandeng yaitu memasukkan air pada waktu yang tepat. Setelah dilakukan pemupukkn, air dapat dimasukkan hingga setinggi 10 – 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari.  Hal ini berguna untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton.

Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.

5. Pemindahan Nener Ikan Bandeng

Kapan waktu pemindahan nener ikan bandeng ke kolam pembesaran.

Setelah plankton tumbuh ditandai dengan warna air hijau dan kecerahan sedalam 30 – 40 cm, nener di kolam peneneran bisa pindah ke kolam pembesaran. Pindahkan nener dengan hati-hati agar mereka dapat menyesuaikan dengan lingkungan baru.

baca juga: Cara Menyediakan Benih Ikan Bandeng Berkelanjutan

Dengan melakukan cara pengolahan lahan kolam pembesaran yang tepat, diharap bandeng tumbuh dengan cepat dan optimal. Hal ini tentunya akan memperlancar usaha budidaya ikan bandeng.

This Post Has 2 Comments

  1. 5 botol per ha itu ukuran ton berapa gram atau berapa kg

Tinggalkan Balasan

Close Menu