Cara menanam semangka di sawah tidak jauh berbeda dengan menanam di polybag. Cara yang akan kami bagikan dibawah bisa sebagai petunjuk bagi pemula atau untuk skala budidaya pada lahan luas. Kami sampaikan secara garis besar, praktis agar mudah dimengerti. Untuk yang lebih dalam dan detail mungkin pada lain waktu.

Tanaman Semangka

Tanaman ini juga mirip dengan melon, begitu juga cara tanam. Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai tanam melon?.

baca: Cara menanam melon agar panen berlimpah

Semangka adalah tanaman merambat tergolong jenis labu-labuan, masih satu marga dengan ketimun. Tanaman ini hidup merambat, jangkauan rambat sangat jauh bisa belasan meter. Tapi tanaman ini tidak bisa memanjat dan membentuk akar.

Bentuk daun berlekuk-lekuk pada tepi, bentuk bunga sempurna dengan warna kuning. Semangka yang manfaatkan adalah buah dengan citra rasa segar. Buah bentuk bulat dengan kulit agak keras, isi buah merah dengan banyak air.

Cara Menanam Semangka

Cara menanam semangka dimulai dari beberapa tahap. Semangka tanaman merambat mudah tumbuh dan mudah perawatan. Semangka bisa ditanam mulai dari biji. Biji semangka bisa dibeli dari petani bibit atau dibuat sendiri dari buah sudah cukup matang.

Pemilihan lahan tanam semangka

Pemilihan lahan termasuk hal penentu dalam menanam atau budidaya semangka. Maka dari itu pilih lahan yang cocok untuk tanaman ini. Bisa menggunakan lahan tanam sawah atau bisa juga menggunakan polybag jika tanah tidak memenuhi syarat.

Lahan tanam yang baik untuk semangka adalah kondisi iklim hangat, suhu udara sekitar 25 sampai 30 derajat. Perhatikan kondisi tanah gembur dan banyak kandungan bahan organik. Kondisi tanah demikian cocok untuk tanaman semangka.

Pengolahan lahan

Setelah menentukan lokasi tanam lanjut dengan pengolahan lahan. Pertama lahan tanah dibersihkan dari kotoran dan hama. Setelah itu tanah digemburkan dengan cara dibajak dengan traktor atau dengan cangkul secara manual.

Selanjutnya dibuat bedeng atau gundukan tanah dengan lebar 3 meter, panjang sesuaikan dengan kondisi setempat. Jika tanah kurang baik bisa ditingkatkan dengan pupuk organik atau pupuk kandang sesuai kondisi.

Untuk jarak tanam semangka bisa 1 meter antar tanaman.

Persiapkan bibit semangka

Bibit semangka dari biji. Pilih biji berkualitas baik setelah itu basah dengan air. Selanjutnya biji di bungkus atau diperam dengan kertas sampul atau bisa juga dengan kertas koran agar cepat tumbuh kecambah. Setelah dibiarkan selama 1 sampai 2 hari kecambah mulai tumbuh dan siap dipindah ke tempat persemaian.

Tempat persemaian bibit semangka bisa menggunakan kantong persemaian atau polybag. Setelah itu kantong persemaian polybag tempatkan pada naungan sinar matahari. Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung kondisi cuaca. Bibit semangka akan tumbuh sempurna pada umur 12 sampai 14 hari.

Pindahkan semangka ke lahan tanam

Pada hari ke 14 seharusnya bibit semangka sudah tumbuh 2 sampai 3 lembar daun. Waktunya untuk memindahkan ke lahan tanam yang sudah di persiapkan

Lahan bisa diberi mulsa untuk skala budidaya besar tentu saja perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Gunakan plastik mulsa warna hitam perak. Jika tidak menggunakan mulsa juga tidak apa apa.

Sebelum bibit semangka dipindahkan ke lahan, bedeng diairi air hingga cukup basah kemudian beri pupuk organik. Selanjutnya ratakan bedeng sehingga plastik dapat menempel dengan sempurna. Letakkan plastik warna hitam menghadap ke bawah atau menempel dengan tanah pada saat matahari sedang bersinar terang. Bolongkan plastik mulsa sesuai jarak tanam.

Selanjutnya bibit semangka beserta tanahnya dimasukkan ke dalam lahan dengan melepas tas polybag yang digunakan untuk menyemai. Sebaiknya pemindahan bibit dilakukan pada sore hari agar sinar matahari tidak terlalu banyak.

Pemeliharaan tanaman semangka

Setelah penanaman selesai lanjutkan dengan pemeliharaan tanaman semangka hingga panen. Semangka mempunyai ketahanan baik terhadap penyakit dan hama. Jika ditanam pada lahan kaya akan bahan organik, semangka biasanya tidak perlu dibuahi. Tanaman ini hanya membutuhkan cukup banyak air terutama pada beberapa minggu pertama semasa pertumbuhan.

Ketika sudah mulai berbuah, intensitas penyiraman bisa dikurangi. Air berlebih dapat mengurangi kandungan gula dan konsentrasi pada buah. Hal ini juga penting untuk diatur agar buah semangka memiliki citra rasa segar dan manis. Semangka mulai bisa panen setelah berumur 65 atau 70 hari setelah penanaman.

Demikian cara menanam semangka secara ringkas dan lengkap. Untuk lebih mendapat hasil maksimal perlu pengendalian hama dan penyakit, agar lebih jelas baca di artikel kami yang lain disini.

baca juga: Cara pengendalian hama dan penyakit tanaman semangka

Semoga sukses menanam semangka dan dapat menikmati hasil budidaya dengan panen berlimpah.

Tinggalkan Balasan

Close Menu