Berikut ini cara budidaya bawang daun dari awal mulai dari persiapan benih sampai panen, dibuat secara ringkas. Adapun langkah langkahnya mulai dari persiapan benih, pembibitan, penanaman, pemeliharaan setelah tanam dan panen.

Sedangkan pemeliharaan terdiri dari intensitas penyiraman, cara memupuk dan cara mengatasi hama penyakit.

Budidaya Bawang Daun

Bawang daun merupakan tanaman sayur yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Syarat tumbuh bayang daun pada lokasi 250-1500 m dpl, dengan suhu sekitar 18-25 ⁰C, dengan pH tanah antara 6,5-7,5. Bisa tumbuh di semua jenis tanah.

Jenis bawang daun yang biasa ditanam adalah bawang pre, kucai, bawang semprong atau bawang bakung.

Persiapan Benih Budidaya Bawang Daun

Awal mulai budidaya bawang daun dari mempersiapkan benih. Benih bawang bisa dari biji atau dari tunas setek. Benih atau biji bisa dibeli di toko atau tempat bibit. Tunas setek didapat dari tunas anakan bekas budidaya.

Cara mendapatkan setek tunas yaitu memisahkan anakan. Pilih anakan dari induk yang tumbuh subur, ditandai dengan tumbuh lebih besar dari bawang lain dan bebas dari hama penyakit. Untuk lahan seluas 100 m² dibutuhkan benih 2000 setek tunas.

baca juga: Cara pembibitan benih bawang daun dari biji

Cara Penanaman Bawang Daun

Cara budidaya bawang daun selanjutnya dan yang terpenting adalah menanam pada lahan tanam yang sudah disediakan. Untuk menanam bawang daun ada empat tahap pengerjaan yang harus dilalui agar mendapat hasil yang baik.

1. Pertama menggemburkan tanah yaitu dengan cara mencangkul atau sesuaikan kondisi peralatan yang tersedia.

2. Selanjutnya mencampur tanah dengan pupuk agar tanah memiliki nutrisi yang cukup. Tanah yang sudah digemburkan dicampur pupuk sesuai takaran kemasan.

3. Pekerjaan berikut yaitu menutup lahan tanam dengan mulsa dan beri lubang sesuai jarak tanam, langkah ini dilakukan jika untuk memudahkan perawatan. Jika tidak diberi mulsa juga tidak apa-apa.

4. Langkah terakhir yaitu menanam bibit bawang yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukan bibit bawang daun ke lubang yang sudah disediakan dan tutup kembali dengan tanah.

Jika perlu mengetahui cara menanam bawang daun lebih jelas, bisa baca artikel lain kami disini.

baca: Cara Menanam Bawang Daun dan Perawatan Harian

Pemeliharaan Budidaya Bawang Daun

  1. Penyiraman tanaman bawang daun dilakukan setiap hari yaitu pagi dan sore. Laksanakan sebelum jam 10.00 pagi dan setelah jam 16.00 sore
  2. Penyiangan dan pembumbunan dapat dilakukan sekaligus. Setelah penyiangan dengan cara mencangkul langsung di bumbun pada pangkal tanaman
  3. Pemupukan lakukan setelah 3 minggu sehabis tanam. Bisa diberi pupuk urea dengan dosis 100 m² lahan 2 kg. Setelah tanaman bawang umur 1,5 bulan pemupukan kedua dengan dosis 1 kg untuk lahan 100 m²
  4. Hama penyakit bawang daun berupa ulat tanah, ulat penggerek, busuk batang. Untuk mengatasi hama penyakit bisa dengan menyemprotkan insektisida dengan dosis 20 ml untuk lahan 100 m². Penyemprotan di pagi hari bawang daun berumur 15 hari jika sudah terlihat gejala hama penyakit

baca juga: Cara Memupuk dan Mengatasi Penyakit Bawang Daun

Panen

Bawang daun termasuk tanaman yang singkat umur 2 bulan sudah bisa di panen. Tanda bawang daun sudah bisa dipanen adalah mempunyai anakan antara 7-10 dan beberapa daun mulai kuning.

Cara memanen yaitu dengan mencabut semua bagian tumbuhan. Untuk keperluan bibit selanjutnya perlu menyisakan anakan yang sudah dipilih. Untuk lahan 100 m² dapat menghasilkan 1,3 kuintal bawang daun.

Demikian cara budidaya bawang daun dari awal sampai panen, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Close Menu